[KOSMIK_002] 
Jatiwangi


Download Track:
01. Tedi En, Diatin -  Jatiwangi Kid’s Exercise Song
02. Oomleo, Tedi En, Alghorie, Ismal - J.A.T.I.W.A.N.G.I.
03. Greg Pritchard, Ismal Muntaha, Doreen Lee, Tedi En, Sabina Masseli, Kadus Ila - Harvest Song
04. Juliana Yasin, Bebey, Dean Linguey, Mukti-mukti - Menunggu Angin
05. The People Clay – Baraya
06. Papa Paul Dornau, Sabina Masseli - Jatiwangi Moon
07. The People Clay - Mars Jatiwangi
08. Pak Camat Jatiwangi, Irwan Ahmett, Tedi En, Ami Iyang - Pendar (Bonus Track)
 
DOWNLOAD ALL
*also Download JATISURA BOLD TTF  or PDF as an official font for Jatisura Village Holiday Propaganda and Ceramic Music Festival 2012’s logotype.

Adalah kebudayaan baru Jatiwangi; Musik Keramik. Penandanya dirayakan dengan Ceramic Music Festival 2012 dari tanggal 03 – 17 November 2012. Festival tersebut dibuka dengan khidmat dan kolosal oleh rampak 1500 lebih warga dari 16 Desa se-Kecamatan Jatiwangi yang menabuh genteng menjadi sebuah orkestra pergerakan. Tanah rata bekas Pabrik Gula yang menjadi memori kolektif romantis warga Jatiwangi peninggalan kolonial Belanda itu kembali memfasilitasi kegembiraan bersama atas nama sejarah.
Jatiwangi merupakan daerah rural-urban yang terletak di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat - Indonesia, akan terlintasi jika berperjalanan dari Bandung ke Cirebon. Saat ini Jatiwangi masih dikenal sebagai daerah penghasil genteng terbesar di Indonesia, hingga masyarakatnya tumbuh menjadi masyarakat Industri.
Ada beberapa lagu yang terkomposisi dan ternyata berkumpul dengan tema Jatiwangi dari teman-teman yang selama tahun-tahun kemarin pernah berbagi keharuan dan cinta disini. Kemudian dikompilasi sebagai hadiah dan rasa terima kasih kepada Jatiwangi dan kita semua. Terutama sebagai pengingat dan transfer semangat jika suatu masa nanti kami lalai dan lelah atau tersibukan oleh rencana masing-masing; bahwa ternyata kita pernah mengikat satu cita-cita bersama.

There is Jatiwangi emerging culture ; Ceramic Music. it’s celebrated with Ceramic Music Festival 2012 in 3rd to 17th november 2012. The festival opened with more 1,500 rampak of villagers from 16 villages in Jatiwangi subdistrict by hitting rofftiles as a movement orchestra. The flat land that used to be a sugar factory before, which has already being a collective memories of Jatiwangi’s people, a heritage of colonial era, is facilitating mutual happiness in the name of history.
Jatiwangi is a rural-urban area located in Majalengka regency, West Java, Indonesia, which passed through if people were to travel between Bandung and Cirebon. At the moment, Jatiwangi is still well known as the biggest Clay Rooftile producer in Indonesia, with that, it’s people also grow to be an industrial society.
There are several song composed and gathered in Jatiwangi’s theme from friends which during recent years has been staying here and it were then compiled as a gift and present to Jatiwangi and also, to all of us, especially it will be worthy as a reminder and passion transfers if someday we neglect and or being busy with our personal matters, that we, has been bind by one mutual dreams. 

Suatu hari pada November yang sedang tidak di Jatiwangi
One day in November where is not in Jatiwangi.
Al Ghorie 


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.

[KOSMIK_002]

Jatiwangi



Download Track:

01. Tedi En, Diatin -  Jatiwangi Kid’s Exercise Song

02. Oomleo, Tedi En, Alghorie, Ismal - J.A.T.I.W.A.N.G.I.

03. Greg Pritchard, Ismal Muntaha, Doreen Lee, Tedi En, Sabina Masseli, Kadus Ila - Harvest Song

04. Juliana Yasin, Bebey, Dean Linguey, Mukti-mukti - Menunggu Angin

05. The People Clay – Baraya

06. Papa Paul Dornau, Sabina Masseli - Jatiwangi Moon

07. The People Clay - Mars Jatiwangi

08. Pak Camat Jatiwangi, Irwan Ahmett, Tedi En, Ami Iyang - Pendar (Bonus Track)

 


DOWNLOAD ALL

*also Download JATISURA BOLD TTF  or PDF as an official font for Jatisura Village Holiday Propaganda and Ceramic Music Festival 2012’s logotype.


Adalah kebudayaan baru Jatiwangi; Musik Keramik. Penandanya dirayakan dengan Ceramic Music Festival 2012 dari tanggal 03 – 17 November 2012. Festival tersebut dibuka dengan khidmat dan kolosal oleh rampak 1500 lebih warga dari 16 Desa se-Kecamatan Jatiwangi yang menabuh genteng menjadi sebuah orkestra pergerakan. Tanah rata bekas Pabrik Gula yang menjadi memori kolektif romantis warga Jatiwangi peninggalan kolonial Belanda itu kembali memfasilitasi kegembiraan bersama atas nama sejarah.

Jatiwangi merupakan daerah rural-urban yang terletak di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat - Indonesia, akan terlintasi jika berperjalanan dari Bandung ke Cirebon. Saat ini Jatiwangi masih dikenal sebagai daerah penghasil genteng terbesar di Indonesia, hingga masyarakatnya tumbuh menjadi masyarakat Industri.

Ada beberapa lagu yang terkomposisi dan ternyata berkumpul dengan tema Jatiwangi dari teman-teman yang selama tahun-tahun kemarin pernah berbagi keharuan dan cinta disini. Kemudian dikompilasi sebagai hadiah dan rasa terima kasih kepada Jatiwangi dan kita semua. Terutama sebagai pengingat dan transfer semangat jika suatu masa nanti kami lalai dan lelah atau tersibukan oleh rencana masing-masing; bahwa ternyata kita pernah mengikat satu cita-cita bersama.

There is Jatiwangi emerging culture ; Ceramic Music. it’s celebrated with Ceramic Music Festival 2012 in 3rd to 17th november 2012. The festival opened with more 1,500 rampak of villagers from 16 villages in Jatiwangi subdistrict by hitting rofftiles as a movement orchestra. The flat land that used to be a sugar factory before, which has already being a collective memories of Jatiwangi’s people, a heritage of colonial era, is facilitating mutual happiness in the name of history.

Jatiwangi is a rural-urban area located in Majalengka regency, West Java, Indonesia, which passed through if people were to travel between Bandung and Cirebon. At the moment, Jatiwangi is still well known as the biggest Clay Rooftile producer in Indonesia, with that, it’s people also grow to be an industrial society.

There are several song composed and gathered in Jatiwangi’s theme from friends which during recent years has been staying here and it were then compiled as a gift and present to Jatiwangi and also, to all of us, especially it will be worthy as a reminder and passion transfers if someday we neglect and or being busy with our personal matters, that we, has been bind by one mutual dreams. 

Suatu hari pada November yang sedang tidak di Jatiwangi

One day in November where is not in Jatiwangi.

Al Ghorie 


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.